Deny Rochman

Deny Rochman bukanlah anak seorang penulis. Era reformasi 1998 telah mengubah talenta hidupnya. Ia mulai banyak menulis di media massa. Ada tuntutan moral sebag...

Selengkapnya

GURU MAKAN GAJI BUTA ?

Musim lebaran tahun ini saya baru hari +5 berkesempatan bersua dengan teman-teman sekolah. Itu pun baru sedikit teman yang bertemu. Satu kawan di hajatan ponakan. Tiga lainnya berjumpa di rumahnya dalam waktu berbeda di hari yang sama. Sisa teman lainnya banyak berjumpa di dunia lain, dunia digital sebagai warga net (baca: group whatsapp).

Teman-teman sekolah SMP pada diujung hari libur lebaran (9/6), sempat kopdar. Kopdar sambil makan-makan sate di daerah Curug. Sementara teman-teman SMA ngumpul bareng di rumah "bos properti" Hasanudin di komplek Perumahan Karangsembung. Reunian kecil-kecilan itu pun berujung makan-makan di rumah makan pemancingan Leuwidinding Kec Lemahabang Kab. Cirebon.

Reunian kecil dan non formal tersebut dua-duanya adalah teman sekolah SMP dan SMA. Sementara teman SD nyaris ga pernah ada acara sejenis. Padahal masa itu peran guru SD sangat penting. Membuka jalan melek huruf dan angka, membaca, menulis dan berhitung. Sayang, kalau masa akhir "pra sejarah" itu tak dikenang sebagai masa pembebasan era jahiliyah buta aksara.

Keterbatasan waktu berkumpul karena masa lebaran masa berkunjung ke sanak saudara. Setelah sepekan berkunjung ke keluarga Purwokerto, selepas mudik bersilaturahim ke kerabat di Sindanglaut. Akhir pekan,.menyempatkan hadir acara pernikahan ponakan, mba Reiyana Tita Dea dipersunting oleh mas Bobby asal Desa Ciawiasih Susukan Lebak.

Pada hari Selasa 11 Juni, bersyukur saya sekeluarga bisa bersilaturahim dengan keluarga besar kawan lama masa sekolah dulu di Desa Gemulung Tonggoh, Wira Suara. Kawan sekolah di SMP dan SMA. Masa sekolah, hari-hari dilalui bersama dengan kawan yang kini menggeluti usaha membuka rumah makan di Tangerang. Kendati untuk sampai ke kediamannya harus melalui jalan dataran tinggi dan terjal.

Kawan sebangku selama dua tahun SMA, juga saya sambangi di Desa Ender Pangenan. Sayang ga berjodoh bisa santap seafood di perkampungan nelayan ini. Sudah disiapkan masa lebaran tapi saya masih mudik di Purwokerto. Muslich, demikian nama teman sebangku ini yang tampaknya mulai menikmati menjadi muslim yang taat.

Musim lebaran, selain banyak hajatan juga acara reunian. Mereka yang hajatan di bulan Syawal tentu punya alasan tersendiri, baik secara syar'i, tradisi maupun rasional. Begitu juga dengan acara reunian punya alasan tersendiri. Mereka yang setuju dengan reuni alasannya menjaga silaturahim. Mereka yang menolak, menghindari potensi CLBK atau khawatir ada tambatan hati baru. Yang lain ga ikut karena minder merasa belum sukses atau punya masa lalu yang tak menggembirakan untuk dikenang.

Nah, setiap kali bersua dengan kawan sekolah, salah satu topik obrolan menarik adalah kesuksesan karir. Semua banding-bandingkan kesuksesan. Si anu mah enak sudah jadi karyawan. Aku mah cuma dagang. Dia sih enak berdagang, gede untungnya, kalau karyawan mah gajinya terukur.

Sing enak sih guru, suka makan gaji buta. Biar ga kerja, biar libur panjang, tetep dapat gaji. Lah kalau pedagang, kalau karyawan sering libur, pasti susah makannya. Apalagi sekarang gaji guru, double triple pendapatan. Dapat gaji, tunjangan, dan insentif. Belum lagi guru-guru yang "kreatif" dapat sampingan duit dari kegiatan belajar. Hemmm... Tentu pendapat mereka gak salah 100% karena ketidaktahuan mereka, betapa beratnya tugas guru profesional.(*)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali